Jumat, 10 Juli 2020

Membuat Keputusan


Ada yg lebih rumit dari membuat keputusan pake baju apa hari ini?. Sebuah keputusan yg mungkin akan membawa kemana dirimu, keputusan yg mungkin berpengaruh pd pilihan” yg datang selanjutnya. Apa memang begitu, makin kita dewasa makin dihadapkan dengan pilihan-pilihan yg mengerikan? Mengapa semuanya terlihat berat? Istirahat sebentar, mari menakar diri, kenali apa yg selalu bisa menghidupkan setiap langkahmu, tanpa melupakan maslahat dan mudharatnya juga tentunya. Semoga setiap pilihan yg dipilih adalah pilihan yg datang dari suara hatimu, bukan karena tekanan di sekitarmu. Lalu bagaimana dengan ‘keadaanlah yg memaksa aku harus begini’!?
Ya, memang tidak semua orang bisa merdeka dan mandiri utk membuat keputusannya sendiri, seolah ada yg mendikte entah itu keadaan atau apapun . Pada contoh kecil,   kita ingin A tp ayah ibu kenapa ngga coba B atau C aja? Dan anu bgt nya seolah olah kita harus mengiyakan😁 Bukan perkara mudah memang. Atau mungkin society kita emg gtu? Kita selamanya anak" didepan orang tua kita? Sehingga ketika ada sudut pandang yg berseberangan kitalah yg harus mengalah krn memang kita hanya seorang anak? Yaaa mungkin adakalanya memang harus coba meng-iyakan apa yg mereka inginkan, krn bisa jd kita lupa kecilin ego, ambisi, ketika menginginkan sesuatu. Toh mungkin keputusan mereka untuk kebaikan kita juga. Atau mungkin barokahnya ada disitu kan ngga ada yg tau.
Jujur kadang iri juga salut sama yang mampu yaudah coba ke B aja padahal Pengen banget ke A, pun kalau ada apa", bebanya ngga terlalu berat😁 Beda lagi sama yang diberi kesempatan untuk memutuskan hidupnya sendiri, tersirat kita harus bisa bertanggung jawab atas keputusan kita sendiri lengkap dengan resiko yg mungkin dihadapi. Pada intinya si belajar pandai" mem validasi situasi, entah coba pelan" mendiskusikan atau saatnya kita mendengarkan, tanpa mengabaikan baik buruknya jga tentunya. Plis ini bukan ceramah motivasi apalagi kamuflase pribadi😂 cuma #cuitannelly akibat dampak pandemi yang nggatau mau ngapain lagi😂
 #cuitannelly

Rabu, 06 Mei 2020

'Mari mengenal psikosomatis’

Duhh udah lama banget nih ngga nulis hehe, gimana masih betah #dirumahaja? Harus dong ya demi kebaikan bersama. memang ngga banyak yang bisa kita lakukan sekarang ini, selain berdo’a, menurut pada himbauan pemerintah untuk menjaga kebesihan, jaga jara atau physical distancing dan tentunya melakukan semua kegiatan #dirumahaja sebagai upaya pemutusan rantai penyebaran virus covid-19.
Ya, pandemic covid-19 salah satu virus yang sedang menyebar hampir di seluruh negara didunia, termasuk negara kita Indonesia. Bisa dibilang peristiwa ini merupakan satu peristiwa yang langka dan mungkin pertama kali saya alamai seumur hidup saya, atau mungkin bagi temen" juga. Virus yang berasal dari wuhan china tsb memang menyebar dg sangat cepat, bayangkan saja dalam kurun waku sekitar 2 bulan sudah tercatat sekitar 11.071 kasus per 6 mei 2020. Bukan jumlah yang sedikit yaaa :( . Biasanya yang terindikasi positiv terkena virus tersebut akan mengalami gejala seperti batuk, pilek, sesak nafas dan demam tinggi.
Menanggapi hal tersebut tidak sedikit dari kita yang merasa cemas, takut maupun panik menghadapi pandemi tersebut. Meski sudah ada himbauan dari pemerintah untuk tidak panik , tetap saja perasaan tersebut bagi sebagian orang tidak bisa dihindari, hal tersebut bisa jadi terjadi karena kita rutin atau sering membaca berita terkait covid-19 baik dari media massa seperti televisi, koran atau dari media social terutama dari grup percakapan/broadcast seperti WA, Telegram dan sebagainya.
Beberapa waktu lalu saya sempat membaca tulisan dari Dr. Adi W Gunawan, seorang intelektual akademisi, doctor Pendidikan, clinical hypnotherapist, pakar mind technology juga merupakan satu-satunya trainer hipnoterapi klinis di Indonesia yang diakui sebagai Certified Hypnoteraphy Instructor oleh ACHE, Amerika. Dari tulisan beliau diceritakan bahwa ada beberapa klien beliau yang ingin berkonsultasi perihal apa yang sedang dirasakan seperti rasa cemas, takut yang berakibat pada kondisi pikiran tidak tenang, hati tidak damai dan sulit tidur. Ternyata emosi-emosi tersebut muncul sejak ramai diberitakan tentang virus covid 19, bahkan tiga dari klien tersebut mengaku mengalami gejala serupa dengan orang yang terpapar virus covid 19, padahal mereka mengaku tidak melakukan segala jenis aktifitas diluar rumah, mereka hanya beristirahat dirumah dan melakukan semua kegiatan dirumah pula.
Setelah dilakukan interogasi mendalam ternyata akar masalah nya adalah karena mereka terlalu sering dan rutin membaca berita tentang covid-19, Dr. Adi memaparkan bahwa ada 5 jalur informasi sampai pada alam bawah sadar salah satunya Repetisi yaitu informasi serupa bila terus diulang, dilihat, dibaca, dibicarakan, diingat, dibayangkan, atau didengarkan pasti masuk ke memori PBS. Informasi tentang Covid-19, benar atau salah, yang telah terekam di PBS, tidak akan pernah bisa hilang. Informasi ini akan terus ada di memori sampai dilakukan upaya secara sadar untuk mengganti informasi ini dengan informasi lain.
Semakin seseorang membaca dan mengingat gejala-gejala Covid-19, semakin ia mengulang memunculkan informasi ini di pikirannya, semakin kuat informasi ini jadinya, dan semakin ia terpengaruh. Ia menjadi semakin cemas dan takut. Disadari atau tidak, ia akan memeriksa kondisi fisiknya, apakah ada gejala yang sama atau menyerupai Covid-19. Ini sesungguhnya adalah hal yang wajar karena semua orang pasti ingin selamat, ingin tetap hidup. Dan fungsi utama PBS adalah melindungi dan menjaga keselamatan hidup kita. Semakin ia melakuan pengecekan, semakin PBS mendapat informasi bahwa ini adalah sesuatu yang penting. Dan sesuai hukum pikiran, apa yang menjadi fokus pasti bertumbuh dan menguat. Ini menjadi semakin kuat saat dilandasi emosi negatif intens.
Akhirnya, PBS memunculkan simtom atau gejala yang sama atau serupa dengan gejala Covid-19. Saat ini terjadi, individu menjadi semakin cemas, takut, panik, dan gejalanya menjadi semakin nyata, semakin kuat. Semakin ia cemas atau takut, semakin stres ia, semakin banyak hormon stres diproduksi oleh tubuhnya, dan semakin tertekan kerja sistem imun, dan semakin besar kemungkinan ia jatuh sakit, semakin besar risikonya bila ia benar-benar terpapar virus corona.
Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini?
Dr. Adi memberikan beberapa saran dan masukan. Pertama, berhenti total membaca atau mencari informasi atau meneruskan informasi terkait Covid-19. Tidak ada gunanya untuk mengetahui sudah berapa banyak orang yang terkena Covid-19, berapa yang meninggal, dan berapa yang sembuh. Beliau menghimbau berhenti total membaca atau mencari informasi atau meneruskan informasi terkait. Kedua, beliau menyarankan untuk banyak membaca buku-buku positif, nonton film atau video yang lucu, karaoke, senam atau olahraga, rileksasi atau meditasi, berdoa, atau apa saja yang positif dan bisa membuat pikiran dan perasaan mereka tenang dan bahagia.
Virus corona belum tentu mengenai semua orang. Namun saat ini hampir semua orang sudah tertular virus pikiran yang membuat mereka cemas, khawatir, takut, paranoid.
Saya mengenal peristiwa diatas sebagai peristiwa yang biasa disebut psikosomatis kali yaa,, :D dalam dunia medis psikosomatis dijelaskan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Dimana pikiran mempengaruhi tubuh hingga penyakit muncul atau menjadi bertambah parah. Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menyatakan keluhan fisik yang di duga disebabkan atau diperparah oleh factor psikis atau mental, seperti stress dan rasa cemas. Saya rasa tidak hanya terjadi pada kasus psikosomatis covid-19 saja, akan tetapi bisa terjadi ketika kita terlalu memikirkan sesuatu bisa jadi akan timbul gejala/keluhan fisik selaras dengan apa yang sedang dipikirkan, karena hal tersebut memang pernah terjadi pada diri saya sendiri dan beberapa orang disekitar saya. Menurut saya bagi yang sedang merasakan perasaan yang sama, silahkan di coba beberapa tips yang disampaikan Dr Adi diatas, karena kita sendirilah yang tau apa-apa yang bisa membuat kita cemas, dan apa yang bisa membuat kita senang dan tenang, kita sendiri yang tau kebutuhan untuk fisik dan psikis kita yang sebenarnya :) jd bukan hanya kesehatan fisik saja ya yang dijaga, akan tetapi kesehatan psikis pun tidak kalah pentingnya untuk dijaga :)
Mungkin dicukupkan dulu ya untuk tulisan kali ini, semoga bermanfaat. Maaf juga barangkali banyak yang keliru dalam penyampaian informasinya, jujur Karena memang bukan bidangnya jadi saya coba sampaikan ringkasan dari tulisan Dr. Adi W Gunawan, semoga bisa membantu 😊
Keep health, keep positive!
Salam…

Sabtu, 01 Desember 2018

Kok udah Desember aja ya?


Rasanya baru kemarin terdengar dar dor dar dor suara kembang api melangit menyambut datangnya tahun baru 2018, dan taraaaaa ga kerasa tiba-tiba udah di penghujung 2018 aja nih :(. kadang suka sedih memang, udah ngapain aja sebelas bulan kemarin? udah berapa buku yang habis dibaca? atau mungkin udah nambah berapa judul tulisan yang ada yang ada di blogmu? berapa kebaikan yang sudah dilakukan untuk membantu teman, keluarga ataupun orang lain disekitarmu?.dan pertanyaan-pertanyaan lain sejenis yang mengarah pada produktivitas seseorang. entahlahlah pertanyaan yang suka muncul begitu saja dan terkadang memang sulit di jawab hmm:(

Stop! yaudah gausah dipikirin gausah di sedih-in, percuma kalau di pikirin mulu tp gaada tindak lanjutnya, haha sok bijak lu :D. eh tp bener lo berdasarkan pengalaman, wedehhh pengalaman nih yee:D haha becanda kok. akutu tipe orang yang suka banget nunda-nunda tugas dan mageran luar biasa haha, apalagi soal tugas misalnya, tugas kuliah klo ngerjainya ga H-1 deadline itu ga enak, gaada feel nya. soalnya ya emang ngumpulin niat nya itu yang susah, berat kaya rindu ehhh :D gubrakk. tapi ya gtu si klo udah niat bisa seharian dari pagi ketemu malem duduk depan laptop buat nugas. eits tapi jangan di tiru ya readers itu ga sehat :). apalagi klo udah libur weekend karena emang ngga terlalu suka jalan-jalan, keramaian, jd mending stay at home ya sambil yutuban, nonton film atau selancar di dunia maya di temani musik akustik plus kipas angin klo emg lagi panas-panasnya. beuh paket lengkap pokoknya :D. Tp setelah seharian berlalu tanpa melakukan satu hal produktif pun kadang suka nyesel kok seharian ga ngapa-ngapain si padahal masih banyak hal yang bisa dikerjakan, entah nyicil tugas, belajar skill baru, ataupun memperbaiki kemampuan berbahasa misalnya. nyesel terus-terusan tp ga di ikutin tindakan ya sampai kiamat pun ga akan ada output yang dihasilkan.

sampai ahirnya suatu hari ada teman yang ngajak main, dan ternyata emang bukan sekedar main, kita berdiskusi seputar fakta atau berita aktual yang sedang terjadi di indonesia, karena memang kebetulan teman-teman saya ini demen banget baca buku plus update banget sama berita yang lagi booming sekarang ini. dan ahirnya kita terlibat diskusi berjam-jam, dan berjam-jam itu lah saya berasa lagi di dongengin diem aja ga ngerti apa-apa, sedih banget ga si readers :( karena emang tadinya belum suka baca buku, baca berita, apalagi kalau beritanya udah masalah politik lagi, korupsi lagi, udah pokoknya langsung dah di skip. 

Finally, setelah balik dari diskusi tersebut, pikiran saya agak sedikit terbuka untuk sedikit demi sedikit di biasakan membaca, apapun itu. mencoba untuk sedikit lebih peka dan kritis terkait hal yang sedang terjadi. Awalnya berat tp saya coba paksa.sekali lagi klo males baca, paksain! nanti bakal nemuin sendiri insya allah nikmatnya, manfaatnya. memang terkadang hal-hal tertentu membutuhkan paksaan, to find something new misalnya. Dan ternyata memang benar, membaca itu kunci segalanya, apalagi saya yang pengen banget bisa jd penulis. amiin doain ya :), gimana bisa nulis klo ga baca dulu?. dan alhamdulillah nya sekarang sudah sedikit timbul fikiran klo baca itu memang kebutuhan :) hehe terima kasih kawan-kawan yang sudah menginspirasi :). memang setiap orang mempunyai cara sendiri bagaimana mengubah kemageranya menjadi hal-hal yang lebih produktif. ya buat yang belum ketemu hidayahnya untuk tidak terus-terusan jadi magerista semoga cepat dipertemukan denganya :D lol udh kaya ketemu jodoh aja :).

Kembali ke topik awal. kan jd kemana-mana ngomongnya :D gni emang klo udah ngomong suka ga inget bahasan. maap ya :). jadi apa harapanya nih di penghujung tahun ini? klo di tanya harapan si sebenarnya ga muluk-muluk ya, anti mainstream cukup mudah-mudahan apa yang sekarang sedang dilakukan, ditekuni bisa istiqomah syukur-syukur bisa bermanfa'at khususnya bagi diri sendiri dan umumnya bagi orang lain :). jadi apa nih harapan temen-temen readers di penghujung Tahun ini? :)
Sepertinya di cukupkan dlu untuk hari ini ya readers, see you on the next episode haha :D

Salam..










Memaafkan

Setiap orang pasti memiliki cerita dan proses untuk memaafkan. Baik memaafkan keadaan, memaafkan seseorang, dirinya sendiri dan lain sebagai...